Senja buram
larut,
terajut air kepedihan.
Dimana damai kemarin?.
Sunyi,
hanya dingin yang tersisa.
Pintaku Tuhan….,
Esok hari bermandi cahaya
bukan jubah gulita penyebar bencana.
Langitan, akhir 1428 H.
* Nunggu banjir surut dan tahun baru Islam 1429 H.
Tidak ada Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


