mbahnya.wordpress.com

tutorial komputer, tutorial linux, tutorial ubuntu, cms, aura cms, puisi, sajak, artikel islami, dalil tahlil, bacaan tahlil

(bag II)RAYAKANLAH VALENTINE DAY, ANDA MURTAD….!!!!!!


Hmm, setelah postingan terdahulu yang mengungkap sejarah dan hukum valentine day, beragam tanggapan yang masuk. Pro dan kontra. Saya bisa memaklumi dan wajar. Namanya juga bermasyarakat . Ada pelajaran menarik yang mungkin bisa dipetik, bahwa manusia ketika mendapati kesukaannya dicegah maka dia akan berontak. Inilah rupanya kenapa dulu Rosullulloh Muhammad SAW, para sahabat Nabi, tabi’in, tabi’in-tabi’in sampe wali songo bahkan kiyai di kampung saya ketika berdakwah nggak langsung main tembak, tapi sedikit demi sedikit, dan dengan bahasa yang halus, karena masyarakat belum tahu hukum (eit, saya nggak ngomong kalo pengunjung nggak tahu hukum. Nanti diprotes lagi…:-D). Walaupun muatannya sama.
Untuk hukum valentine sendiri, kalo antum mau surfing kesitus-situs Islami (bukan liberal, sebab kalo liberal tentu meraka bilang “why not…! It’s OK”) maka sangat jelas diterangkan satu per satu dengan detil. Itulah kenapa dalam tulisan yang paling bawah saya sebutkan referensi pengambilan, baik hukum maupun sejarah. Jadi bukan hal baru. Dan tidak ada yang baru. Saya salut sama Ning citra yang jeli memberi komentar

toh post diatas tu isinya sama kayak artikel2 yang saya baca di koran, majalah, internet. Jujur sie gak ada hal baru didalamnya

Tapi kenapa tanggapan pengunjung kok kayak kebakaran alis, bulu mata dan rambut yang lainya?( He…he..he…. berarti sekarang gundul dong. Kan semua terbakar(^_^)). Saya menduga dan hanya dugaan saya saja, bisa benar bisa salah. Namanya juga prasangka. Salah satunya adalah judul postingan yang provokativ, dan hal itu bukan tanpa kesengajaan. Saya ingat dulu waktu ikut pelatihan jurnalistik dengan tutor bapak Ecip Sinansari, mas Ach. Thoha dll. ( meraka sebagian adalah wartawan senior dari majalah tempo yang dibreidel ). Dalam salah satu materi disebutkan, untuk membuat sebuah berita, selain tulisan yang runtut yang perlu diperhatikan adalah judul, ya judul. Karena walaupun tulisan anda berbobot tapi kalo judulnya biasa-biasa saja maka jangan menyesal kalo nggak ada yang baca anda. Kebiasaan orang sebelum memutuskan meneruskan membaca ato tidak adalah dengan “cuma” melihat judulnya.

Dalam konteks ini saya coba praktekkan apa yang saya dapat. Biar jadi ilmu yang bermanfaatlah. Seperti saya tulis di atas, nggak ada yang baru dan sama sekali bukan hal baru dalam hal hukum merayakan valentine. Nggak percaya sekarang coba gunakan google, yahoo ato apalah untuk mencari data tentang hukum merayakan valentine. Jadi mungkin inilah yang saya duga sebagai pemicu kenapa banyak yang “alisnya terbakar” (nggak pake istilah jenggot, sebab mungkin ada yang cewek. Masak cewek berjenggot. Hik…,hik….). Judul, ya itulah yang membakar. Sebab mungkin nggak akan sesengit ini perdebatannya kalo say ambil judul yang lain, mis. Hukum valentine, valentine dalam islam, apa sih valentine itu? Atau judul-judul lain yang datar. Mungkin, dan inipun sekali lagi hanya sebatas kemungkinan. tidak akan banyak yang memberi komentar, alasannya sudah banyak yang ngulas.

Pesan dari mbahnya :
“KALO TULISAN ANDA INGIN DIBACA ATAU MUNGKIN DIMAKI-MAKI ORANG, BIKIN JUDUL YANG PROVOKATIV”

Peace man……….!!!
Sabda Nabi Muhammad SAW : “ Pemudah urusan orang jangan dipersulit”

En, makasih bagi teman-teman yang sudah kasih komentar. Eh, tapi tulisan diatas nyambung nggak ya….? (^_^)

Single Post Navigation

23 thoughts on “(bag II)RAYAKANLAH VALENTINE DAY, ANDA MURTAD….!!!!!!

  1. Gak nyambung mbah…:mrgreen: Mhuehehehe
    Mustinya ini postingan di kasih judul, “Yang Tidak Komen di Sini, Kafir!!!”… Kayak-na provokatif tuh mbah..:mrgreen:

    Ane tertarik ama pernyataan mbah, bahwa orang biasanya akan berontak jika kebiasaan, kesukaan atau adatnya dicegah, dan oleh karenanya Rasulullah, para sahabat, tabiin dan para pendakwah generasi baru (yang bijaksana) ketika menyampaikan dakwahnya tidak maen tembak langsung. Istilah laennya mungkin bertahap namun pasti. Inilah yang barangkali dinamakan dengan kebijaksanaan dan kearifan dalam berdakwah. Fakta juga membuktikan bahwa model dakwah dengan cara yang arif, lemah lembut, proximite, bertahap dan terkadang harus dengan pembauran budaya, lebih berhasil dibandingkan dakwah dengan cara-cara to the point, kasar (mereka bilang “tegas”) dan tidak memperhatikan aspek psiko-sosial budaya.

    Yang paling kentara contohnya adalah dakwah wali songo di endonesa yang berhasil mengislamkan lebih dari separuh masyarakat Hindu di Jawa dalam hitungan dekade.

    Demikian pendapat ane. Ane cukupkan sampe di sini dulu, kalo ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan langsung ama si mbah aja….:mrgreen: Mhuehehehe

  2. wadohh…
    mbah jgn dimasukin ati ye sarannya si cabe rawit “Yang Tidak Komen disini, Kafirr!!”
    hehehe…lbh serem lg kayanya.

    pisss..^_^

  3. kupikir ada penjelasan yang lebih berarti, ternyata ….hanya apologi saja..

  4. Gak nyambung poll:mrgreen:

    Hmm… “sedikit” komentar. Karena ini dunia internet mas. Kalo berdakwah ya bahasanya dilatih agar “tenang”. Karena saya lihat sudah ada banyak postingan yang “tenang” bahasanya. Enak bacanya… dan gak menimbulkan perdebatan yang “tidak perlu”.

    Tenang disini tidak meng kafirkan orang lain. Karena orang itu tidak mau “di judge” oleh orang yang tidak dekat apalagi tidak dikenal olehnya. Apalagi langsung di vonis murtad, kafir, dll

    Dan pendakwah harusnya HARUS MAU TAHU tentang ini. Bukannya tidak peduli sama sekali. Berdakwah hanya dengan mementingkan “yang penting hujjah tersampaikan” ? Ah… masa’ dakwah seperti itu ? bagaimana dengan Nabi dulu ?

    Apalagi ini INTERNET. SEMUA JENIS MANUSIA ada disini mas. Muslim, Nasrani, Hindu, Budha, Atheis, Komunis, Skeptis, Pendakwah, dll . Sudah saatnya ada cara dakwah yang efektif dan bisa diterima dengan baik. Dan tidak pakai kata “pokoknya…” ( komen postingan pertama ada yg seperti itu.. ).

    Masih ingat atau tahu antosalafy ? ( maaf kalo nyebut nama ). Yang saya lihat, untuk beberapa postingan dia berpedoman “yang penting hujjah tersampaikan”. Postingan sensitif biasanya.

    Dan itu biasanya direaksi keras sama penghuni blogosphere di id.wordpress. Keras ketemu keras ? Hancur yang ada… hujjah yang ada semakin di tolak, yang menyampaikan pun capek sendiri karena berdebat yang tidak ada gunanya.

    Hm… itu aja dech mas. Seperti kata sampeyan, peace bro:mrgreen: . O ya, saya setuju pada beberapa poin dari komentar cabe rawit diatas.

    “Dan sampaikan dengan cara yang baik…” ( quote adaptasi )

  5. Aku... manusia buta (biasa) on said:

    ketika aku yang buta ini pertama kali mengenal jagung muda…
    aku menceritakan pengalamanku kepada sesama buta :
    “hei kawan… kini aku tahu, yang namanya jagung itu bentuknya, kecil sekepalan tanganku, rasanya tidak ada yang istimewa…”

    ketika aku yang buta ini kedua kalinya mengenal jagung yang mulai tumbuh besar…
    aku ceritakan lagi pengalamanku kepada sesama buta :
    “hei kawan… kini aku tahu, yang namanya jagung itu bentuknya lonjong meruncing, bertekstur lurus di sepanjangnya dan bisa tumbuh sebesar dua kepalan tanganku…”

    ketika aku yang buta ini ketiga kalinya mengenal jagung yang talah panen…
    aku ceritakan lagi pengalamanku kepada sesama buta :
    “hei kawan… kini aku tahu, yang namanya jagung itu bentuknya tidak hanya lonjong besar, kalau dikupas helai-helai kulit yang menutupi ada rambut di sepanjang batangnya, dan juga memiliki biji-biji bulat diseluruh permukaannya…”

    kali ini teman butaku angkat bicara :
    “ah kau bohong teman… kemarin aku dibelikan jagung… ternyata jagung itu seperti pipa dengan biji-biji yang berminyak, tidak runcing kawan…tidak berambut… rasanya juga manis pedas dan sedikit asin dan sedikit pahit…masa kau bilang tidak istimewa?”

    teman butaku yang lain menyahut :
    “hei, dasar kalian pembohong besar… aku kemarin juga diberi jagung satu kantong kertas… bentuknya kecil2 tidak sampai sebesar ibu jariku… tidak pula seperti biji… bentuknya tidak beraturan seperti merekah ke segala arah… rasanya memang kadang2 asin… lembut di mulut ”

    lalu datang seorang asing tidak buta yang kebetulan mendengqar perdebatan kami… setelah bertegur sapa sejenak ia mencoba menengahi perdebatan kami…
    “kawan-kawanku… pendapat kalian tidak salah mengenai jagung, bukan pula suatu pengetahuan yang lengkap mengenai jagung…”
    kami mulai tertegun…
    kataku ” wahai sahabat baruku… bagaimana jika kami ingin mengenal jagung secara utuh? dapatkah kau menceritakannya kepada kami?”
    terdiam sejenak…”ini akan memakan waktu yang panjang kawan2 butaku… duduklah yang nyaman dan aku akan menceritakannya kepada kalian..”
    lalu mulailah ia bercerita dari saat petani menanam jagung hingga… butir-butir jagung itu dijual oleh pedagang popcorn di depan sebuah toko kelontong di lingkungan kami…

    cerita moralnya ga nyambung ya mbah? hehehe….😀

  6. ya udah…..pokoe kulo palay sadayana moeslim merayakan hari besar nya dengan sewajarnya supaya para remaja muslim yg sering ikut ikutan palentinan semoga mau merayakan juga hari hari besar islam ……karena itulah hari besar kamu hai umat islam
    ibarat kita betah di rumah orang tanpa ingat atau lupa rumah nya sendiri ,hehehe……….

  7. narakushutdown on said:

    Rasulullah itu dakwahnya memang lembut, tapi tegas tidak ada kompromi kalo itu sesuatu yg mengakibatkan kekafiran ya hukumnya kafir kalo sesuatu itu membuat murtad ya murtad hukumnya BUNUH.

    Kalo Rasullullah dakwahnya nggak keras Islam gak akan sampe tuh ke tanah abang ato ke palembang.

    Ingat sabdanya “Islam itu ditegakkan dengan pedang”

    atau “Islam itu agama yang tegas maka orang -orang yang dibelakangnya adalah keras” begitu kurang lebihnya (akan saya carikan dulu jelasnya di riyadhus sholihin atau sokhih bukhori dulu )

  8. calonorangtenarsedunia on said:

    @atas saya
    Masa nabi bersabda seperti itu? Nabi saya yang lemah lembut itu? Muhammad ibn Abdullah SAW? Masa sih??

    @Mbahnya
    Kata Aa Gym, indahnya nikah lagi perbedaan..:mrgreen:

  9. Kalo Ngerayain Valentine Murtad tapi Kalo Anarkis Jihad, begitu??

    Nyambung nga??

  10. Sama donk kasusnya dengan posting saya yang terbaru itu.😆

  11. narakushutdown on said:

    @ calonorangtenarsedunia
    ya nabi bersabda seperti itu,belum tau? belajar dong.

    @meno timika
    jihad itu ibadah puncaknya amalan tertinggi dalam islam (kamu muslim bukan?? heh?)
    jangan disamakan sama valentine.
    baca ini:http://eramuslim.com/berita/nas/8213125523-mui-haram-rayakan-valentine.htm

  12. calonorangtenarsedunia on said:

    @narakushutdown
    Orang2 kayak Anda ini lho yg bikin Islam ga maju2.

  13. Jadi bagi yang gak tau apa esensi dari valentine itu sendiri dan ikut dalam suka cita hari kasih sayang(valentine’s day) juga dianggap murtad?

  14. janganpandangiaku on said:

    sampai jumpa tahun depan…..😀

  15. Kiki Ahmadi on said:

    debat masalah agama lagi
    : P

    gak selese selese

    btw, ada yang mau coklat?

    : )

  16. ha ha ha… gak nyambung

    sampeyan lupa sama judul,
    yang sampeuan tulis ya????

    menarik juga diskusi soal postingan ini
    yagh… semua orang punya cara sendiri2

    eh… manusia buta, komen ente ane comot yak
    bagus je… He3x

  17. @calonorangtenar
    islam nggak butuh maju, bahkan jika semua orang di dunia ini murtad. ALLAH pun nggak rugi. lebih jelasnya buka qur’an nya yg hanya disimpan di lemari itu cari sendiri ayatnya, kalo sudah ketemu renungkan/pikirkan

  18. Saya termasuk orang yang telat komentar di entri kemarin.😛
    Bagaimana pun, trik dengan judul yang provokatif memang cenderung lebih mudah menarik pembaca + komentator. Termasuk yang fast-reading dan fast-comment.😀

    Tapi saya masih kurang suka perubahan hari Palentin dari ‘hari pahlawan’ jadi hari cinta-cintaan.😦

  19. Hmm, untunglah saya gak suka yang namanya valentinan,

  20. wahhh mbahnya belum posting yang baru lagi ya?? ehh,, tapi aku blum komengtar juga dink..

  21. Nyambung mbah, naik metro mini dulu….
    hehe…(g lucu sih)..

    Pokoknya keren deh….
    Ok mbah!!

    Trus berdakwah dan berjuang…

  22. Ping-balik: RAYAKANLAH VALENTINE DAY, ANDA MURTAD….!!!!!! « mbahnya.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: