Hmm, setelah postingan terdahulu yang mengungkap sejarah dan hukum valentine day, beragam tanggapan yang masuk. Pro dan kontra. Saya bisa memaklumi dan wajar. Namanya juga bermasyarakat . Ada pelajaran menarik yang mungkin bisa dipetik, bahwa manusia ketika mendapati kesukaannya dicegah maka dia akan berontak. Inilah rupanya kenapa dulu Rosullulloh Muhammad SAW, para sahabat Nabi, tabi’in, tabi’in-tabi’in sampe wali songo bahkan kiyai di kampung saya ketika berdakwah nggak langsung main tembak, tapi sedikit demi sedikit, dan dengan bahasa yang halus, karena masyarakat belum tahu hukum (eit, saya nggak ngomong kalo pengunjung nggak tahu hukum. Nanti diprotes lagi…:-D). Walaupun muatannya sama.
(lagi…)
RAYAKANLAH VALENTINE DAY, ANDA MURTAD….!!!!!!
Dari namanya saja, perayaan Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentine ini.
1. Dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II (268 - 270 M). kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial. Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia. Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati pada tanggal 14 Februari 270 M. Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan.
Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. (lagi…)
Gambar “nabi Muhammad” di Wikipedia
Sebuah “kecerobohan” atau kesengajaan dari wikipedia dengan meng-upload gambar yang dikatakan sebagai Nabi Muhammad SAW. Tapi hal tersebut mendapat protes dari sekitar 80,000 pengunjung. ini membuktikan kekurang pekaan menjaga perasaan umat Muslim seluruh dunia dan kerukunan beragama.
gambar yang dimaksud

di ambil dari :
http://news.softpedia.com/news/Wikipedia-Given-Grief-over-Muhammad-Pictures-78167.shtml
Sunyi
Februari 4, 2008, 4:19 pm
Diarsipkan di bawah:
Puisi
Surya di ujung senja,
Berhias kepak kelelawar
berjinggkat tinggalkan singgasana.
Iramanya sendu menyayat kalbu.
Angin keronta tanpa makna.
Dimana hatiku?
Jiwaku?
Rasaku?
SIRNA TAK BERBEKAS
Pun dirimu
Bug auracms 2.2.1?
Sebenarnya ingin upgrade dari auracms v.2.1 ke 2.2.1 tapi setelah berkali-kali dumping dari database lama ke database auracms 2.2.1 (tentu dengan “sedikit” ketelatenan) dan hasilnya banyak yang diluar harapan. Dan yang paling mengganngu adalah tampilan tanggalnya “mblesat” (melenceng) ke tahun antah berantah. dalam hal ini tampilan antar muka web dengan ketika dalam halaman admin dan mysq nggak nyambung. Jadi ketika di mysql dan halaman admin tampilan tanggal sudah sesuai tapi ketika tampil pada webnya, malah masuk mesin waktu dan kembai ke jaman perang kemardekaan. Weh…..weh…..

Tampilan halaman admin

Tampilan halam depan

Tampilan di localhost/phpmyadmin (klik untuk detail)
Sudah coba tanya kiri dan kanan, “teriak-teriak”. Tapi belum juga dapat solusi. Mungkin pengunjung punya solusi?, kasih dong……
Oy. tambahan saya install di localhost
Resiko jadi newbie,
Bahaya Mie instan

Secara iseng kemarin, saya mencoba mencari artikel tentang bahaya mie instan menggunakan google. Hasilnya diluar dugaan, sebanyak 38.000 artikel yang mengungkap tentang bahayanya. Walaupun kebanyakan artikelnya sama.
Kalau sempat membaca salah satu artikel, mungkin anda akan berpikir 1000 kali untuk menikmati mie instan. Dan sejauh ini belum pernah ada bantahan dari produsen mie. Ehm…., ada apa ini?. apa benar bahaya mie instan segitu hebohnya?. kalau berita tersebut bohong tentu pihak produsen mie akan mencak-mencak, tapi kenyataannya adem ayem saja. Wallohu a’lam.
“Langitku” banjir
Senja buram
larut,
terajut air kepedihan.
Dimana damai kemarin?.
Sunyi,
hanya dingin yang tersisa.
Pintaku Tuhan….,
Esok hari bermandi cahaya
bukan jubah gulita penyebar bencana.
Langitan, akhir 1428 H.
* Nunggu banjir surut dan tahun baru Islam 1429 H.